Kami Tidak Cuma Bisa Bersorak!
The Kmers Peduli Banjir Pesisir Selatan
![]() |
| Ari Prawira |
Banjir besar yang melanda Pesisir Selatan tak pelak telah
menimbulkan luka mendalam bagi segenap warga Sumatera Barat. Banjir yang melanda lima kecamatan itu mengakibatkan 6 orang
meninggal dunia dan 4 orang hilang (data Staf Khusus Presiden Bidang Penanganan
Bencana Andi Arief dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu, 06/11). Lima ribuan warga masih
tinggal di pengungsian. Sedangkan kerugian materil, berdasarkan data pemprov
sumbar, kemarin, (6/11) mencapai Rp363 Milyar. Bencana yang telah ditetapkan
sebagai bencana provinsi itu juga mendapatkan perhatian berbagai komunitas yang
ada di Kota Padang. Salah satunya, The Kmers, supporter fanatik
tim sepakbola Semen Padang.
Dengan mengenakan aneka atribut The Kmers (baju dan syal),
sepuluh orang anggota The Kmers terlihat menyapa pengendara yang berhenti di
lampu merah Jalan Khatib Sulaiman. Mereka kemudian mengangsurkan kotak bekas
air mineral bertuliskan “The Kmers Peduli Banjir Pessel”, meminta sumbangan
warga . Di dalam kotak tersebut berisi tumpukan uang seribuan, lima ribuan, dan beberapa
uang receh.
Ketua The Kmers Pesisir Selatan, Ari Prawira yang juga bertindak
sebagai ketua pelaksana bakti sosial kali ini menyebutkan, mereka turun di lima titik jalan di Kota Padang. Yaitu, Simpang
Telkom, Simpang Olo, Simpang Lubukkilangan, Simpangharu, dan Aurduri. “Selain
di Padang, ada juga di daerah lain yang dikoordinir oleh setiap korwil
masing-masing,” tutur mahasiswa Administrasi Pendidikan UNP itu.
Sebelum meminta sumbangan, mereka telah terlebih dahulu
meminta izin keramaian kepada Satlantas Kota Padang. “Kami tidak mau disebut
asal minta saja. Kami tetap mengikuti prosedur,” lanjut Ari.
The Kmers telah aktif meminta sumbangan para pengguna jalan
sejak hari Kamis, sehari setelah terjadi banjir bandang di Pessel. “Waktu itu
korwil Pessel menghubungi kami. Katanya disana terjadi banjir besar yang
menghancurkan rumah warga. Kami langsung berinisiatif mengumpulkan anggota dan
turun ke jalan meminta sumbangan,” ungkap Ketua Umum The Kmers, Ihsan kepada Padang Ekspres melalui telepon genggam.
Jumlah uang yang terkumpul sejak lima hari itu, Rp5 juta. Itu belum termasuk
sumbangan yang dikumpulkan anggota di beberapa wilayah lain. Selain itu,
anggota The Kmers juga mengumpulkan baju bekas layak pakai. “Saat ini sudah ada
4 bal baju bekas,” sambung Ihsan seraya menyebutkan bantuan ini akan diserahkan
langsung ke tangan para korban.
Menurut Ketua The Kmers periode 2010-2013 ini, aksi tersebut
merupakan bentuk kepedulian The Kmers terhadap korban bencana. Tidak hanya kali
ini saja, mereka juga megumpulkan sumbangan pada saat bencana gempa Padang 2009
silam, Padang Pariaman, longsor Maninjau, dan galodo Batusangkar. “Kami ingin
merubah stigma negatif yang terlanjur melekat di masyarakat bahwa supporter
hanya bisa bersorak-sorak dilapangan, ribut, dan hura-hura. Padahal tidak
seperti itu. The Kmers adalah bukti supporter yang mengedepankan jiwa
solidaritas dan kebersamaan,” ungkapnya.
Selain bantuan bencana, secara internal, The Kmers juga
menunjukkan kepeduliannya pada anggota yang tertimpa kemalangan. Misalnya ada yang
sakit, anggota keluarga meninggal dunia, mereka langsung turun memberikan
bantuan. “Kita merupakan keluarga besar. Seluruh anggota aktif saat ini sekitar
2 ribu orang. Belum lagi yang tidak aktif. Jadi, wajar kita menunjukkan
kepedulian kita pada sesama,” terang Ihsan.
Ia mengharapkan, ke depannya mereka bisa menjadi contoh untuk
supporter lain. “Kita ingin menunjukkan, kita supporter yang dewasa dan berguna
buat masyarakat banyak,” tukasnya.
Saat ini, banjir yang melanda Kecamatan Ranah Pesisir,
Linggosaribeganti, Pancungsoal, Basaampek Balai, dan Lunangsilaut itu telah
mulai surut. Namun, masih ada ribuan warga yang memilih tetap bertahan di
pengungsian. Bantuan yang dikumpulkan The Kmers, menurut rencana akan
dikirimkan bertepatan dengan peringatan 10 tahun The Kmers, 14 November
mendatang. (mg11)

Comments
Post a Comment