Posts

Perihal Menumbuhkan Semangat

Image
Saat ini saya dipercaya memimpin sebuah anak cabang perusahaan yang berlokasi di Sumatera Utara. Cabang ini sudah berdiri sejak hampir 3 tahun lalu, namun aset yang dimiliki masih sangat kecil dibandingkan cabang lain dengan usia yang sama. Apa penyebabnya? Sejujurnya saya belum membedah secara detail permasalahan yang terjadi di kantor ini. Saya baru melakukan serah terima jabatan dengan pimpinan cabang sebelumnya pada akhir bulan Mei. Namun sedikit banyaknya saya sudah bisa menarik benang merah penyebab cabang ini lambat bertumbuh.  SPIRITLESS Pertama kali saya memasuki cabang ini, saya merasakan tidak adanya semangat kerja para karyawan. Semuanya lesu. Mulai dari level staff sampai supervisor. Beberapa karyawan datang ke kantor telat dan tidak ada kabar. Morning briefing (motivasi pagi) memble. Sorenya tidak ada evaluasi. Situasi ini terus berulang setiap hari. Sehingga suasana kantor secara keseluruhan turut layu. Apa yang saya lakukan? Pertama, saya mewajibka...

Kembali Menulis

Image
Dari Blog Edewasaja Iseng-iseng saya mencoba klik tautan di email saya mengenai blog ini. Ternyata blog ini masih ada. Saya saja sudah lupa.  Postingan terakhir tertera tahun 2012. Berarti sudah 5 tahun saya tidak aktif menulis (meskipun tulisan yang ada di blog ini pun tak seberapa 😁). Sudah banyak sekali cerita yang saya alami. Dari yang paling menyakitkan, sampai kepada momen yang menggembirakan. Saya menyadari, dengan kondisi pekerjaan saya sekarang, saya lebih memiliki banyak waktu luang. Mungkin saya akan menulis di blog saja. Saya mau bercerita tentang apapun. Cerita mengenai pekerjaan kantor, resensi buku, review film, atau apa saja yang terlintas di kepala saya. Saya jadi sedikit bersemangat. Semoga bukan di awal saja. 😅💪💪💪
Image
Kawat Bangunan Toko Sebelah Iseng-iseng motret suasana pagi dengan Samsung Galaxy Ace+Littlephoto Editor untuk memberi kesan sedikit lomo...

BANGKITLAH ANAK MUDA INDONESIA!!!!

Image
Ada satu hal yang menyentuh hati saya malam kemarin. Kick Andy, 2 Desember 2012, menghadirkan anak-anak muda yang mengikuti program Indonesia Mengajar dan menceritakan pengalaman mereka. Program ini bertujuan   mengirimkan tenaga pendidik-pendidik muda untuk mengajar di daerah-daerah pelosok dan terpencil di seluruh Indonesia. Membanggakan dan mengharukan, itulah kesan pertama yang saya dapatkan mendengarkan pengalaman-pengalaman mereka yang mengikuti program ini. Tidak pernah terpikirkan, ditengah rasa pesimisme akan kebangkitan Indonesia, ternyata ada anak-anak bangsa yang berani berbuat untuk negerinya. Mau berpikir dan berbakti demi dunia pendidikan. Ada Patrya, Agus, dan Ayu. Usia mereka rata-rata dibawah 25 tahun. Seumuran dengan saya. Patrya ditempatkan di sebuah tempat terpencil. Sebuah desa pesisir yang, menurut Patrya, air bersih, listrik, dan sayur adalah barang mewah untuk ukuran disana. Bayangkan, untuk membeli sayur saja penduduk disitu harus menyeberang ke des...

Kami Tidak Cuma Bisa Bersorak!

Image
The Kmers Peduli Banjir Pesisir Selatan Ari Prawira Banjir besar yang melanda Pesisir Selatan tak pelak telah menimbulkan luka mendalam bagi segenap warga Sumatera Barat.   Banjir yang melanda lima kecamatan itu mengakibatkan 6 orang meninggal dunia dan 4 orang hilang (data Staf Khusus Presiden Bidang Penanganan Bencana Andi Arief dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu, 06/11). Lima ribuan warga masih tinggal di pengungsian. Sedangkan kerugian materil, berdasarkan data pemprov sumbar, kemarin, (6/11) mencapai Rp363 Milyar. Bencana yang telah ditetapkan sebagai bencana provinsi itu juga mendapatkan perhatian berbagai komunitas yang ada di Kota Padang. Salah satunya, The Kmers, supporter fanatik tim sepakbola Semen Padang. Dengan mengenakan aneka atribut The Kmers (baju dan syal), sepuluh orang anggota The Kmers terlihat menyapa pengendara yang berhenti di lampu merah Jalan Khatib Sulaiman. Mereka kemudian mengangsurkan kotak bekas air mineral bertuliskan “The Km...

Bisnis?

Image
Salah satu hasil foto saya 4.48 6.11.2011 Satu hal yang saya sadari belakangan ini. Saya jarang sekali memotret! Padahal, mimpi saya dari dulu sampai sekarang masih sama. Menjadi seorang fotografer professional. Dalam artian, memulai bisnis fotografi. Foto saya sejak bergabung menjadi fotografer sebuah surat kabar di Padang, tidak mengalami perkembangan. Jalan di tempat. Bahkan cenderung menurun. Dulu, saya masih sempat menikmati hasil foto yang saya ambil. Sekarang, melihatnya pun malas. Apakah ini pertanda saya sudah sampai pada titik jenuh? Entahlah. Yang pasti, saya masih belum melupakan impian saya. Memiliki studio sendiri, dan sukses! Saya beberapa kali melakukan wawancara dengan fotografer. Baik itu fotografer jalanan, maupun fotografer yang sudah memiliki studio sendiri. Dari wawancara-wawancara itu, keinginan saya semakin mantap. Saya harus berjalan di bidang ini. Di Asrama Haji, Tabing, Padang, saya menemani Heri Faisal, rekan sekantor say...

Kembali Menulis

Image
1:18 11/6/2011 Cover Buku Bepe Dua hari ini waktu saya tersita membaca dua buah buku yang saya pinjam dari rekan sekantor saya, Heri Faisal, sang pembuat feature ulung. Buku-buku tersebut berjudul “A9ama Saya Adalah Jurnalisme” karangan Andreas Harsono, dan satu lagi “Bepe20, Ketika Jemariku Menari” karangan striker andalan Persija dan dedengkot timnas Indonesia, Bambang Pamungkas. Dua buku ini sungguh sangat menarik dan memberikan berbagai inspirasi untuk diri saya dalam porsi berbeda. Harsono, kembali menyadarkan saya perihal jurnalisme yang baik dan benar. Sedangkan Bepe, membuka mata saya tentang sosoknya yang selama ini tidak begitu saya kenal. Juga tentang cara pandangnya terhadap sepakbola terutama, dan banyak hal lain. Menariknya, dua buku ini adalah kumpulan catatan-catatan penulisnya yang dirangkum menjadi satu. Bukan tulisan yang sengaja dimaksudkan untuk menjadi buku. Kedua buku ini kembali memantik semangat saya – yang sempat memadam – beberapa bulan be...